RSS

Mengenal Kandungan Gizi Kolang-Kaling


Kolang-Kaling  (Arenga pinnata) sering disebut sebagai Buah Atap, kolang-kaling adalah biji buah dari Pohon Aren. Setelah diproses dan dimasak, akan dihasilkan biji kolang-kaling berwarna putih, kenyal dan segar. Cocok sebagai bahan baku minuam, es atau campuran isi kolak.

Ditilik dari sisi nutrisi, kolang kaling kaya akan serat dan mineral. Setiap 100 g kolang-kaling mengandung energi 27 kkal, protein 0,4 g, lemak 0,2 g, karbohidrat 6 g, serat 1,6 g, kalsium 91 mg, fosfor 243 mg dan zat besi 0,5 mg. Tingginya kandungan mineral seperti kalsium, besi dan fosfor akan menjaga tubuh tetap bugar dan sehat selama berpuasa.

Perlu dicermati dalam memilih kolang-kaling adalah, pilih yang masih segar, biasanya ditandai buah tidak berlendir, rasa netral dan aroma tidak asam. Buah kolang-kaling segar lebih disarankan dibandingkan dengan manisan kolang-kaling yang sudah ditambahkan gula dan pewarna. Mengingat bahaya bahan pewarna makanan yang disinyalir menjadi karsinogen penyebab kanker, karenannya pilih kolang-kaling yang berwarna putih alami. Teks & Foto: Budi Sutomo.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Seminar Kreatif - Work For Food Photography




Trend food photography dan food stylist terus berkembang. Agar tidak tertinggal info terkini tentang dua ilmu tersebut, belajar dari  ahlinya tentu sangat penting.  Salah satunya dengan mengikuti seminar tentang �Work For Tasty Food Photography�  yang berlangsung pada tanggal 30 April 2011.

Sudah lama saya menunggu acara dengan tema food stylist dan photo makanan. Kapan lagi bisa update ilmu food photography dan food stylist terkini langsung dari para ahlinya. Banyak ilmu yang bisa diserap dalam acara yang berlangsung sekitar 8 jam di gedung Galeri Nasional Indonesia Jakarta ini. Roy Genggam, sebagai fotografer senior, mengulas tuntas tentang cara mengatur lighting dan pemakaian peralatan fotografi untuk foto masakan. Tenik dasar yang simpel dalam memotret masakan beserta problematikanya juga di bahas dengan gamblang. Acarapun semakin seru ketika peserta di bagi menjadi tiga kelompok untuk mengikuti  food photo contest. Dengan antusias, peserta membidik materi makanan dengan tema ice cream, piknik dan rempah. Tentu semangat karena kamera Nikon DSLR boleh dibawa pulang untuk juara pertama. 

Tidak kalah menarik adalah presentasi dari Puji Purnama, food stylist senior yang sangat ahli dalam bidangnya. Seperti seorang murid ketemu suhunya. Beragam ilmu kuliner terutama seputar food stylist yangselama ini menjadi pertanyan terpendam, saya tanyakan. Seperti cara membuat dami ice cream yang menggugah selera, hingga teknik memotret minuman dingin yang bisa membuat mulut �ngeces� saat melihatnnya. Beruntung saya bertemu  orang yang tepat, karena saya bisa bertanya langsung dengan ahlinya. Mas Puji dengan panjang lebar membeberkan ilmu yang dimiliki dengan senang hati.  Sepertinya tidak sia-sia, karena meluangkan satu hari untuk mengikuti acara yang diselenggarakan oleh Ryukari Photography dan majalah Biskom ini mampu memenuhi dahaga ilmu food photography dan food stylist  yang sedang saya geluti. Sayang acara tersebut tidak disertai bazar perlengkapan food photography, sehingga keinginan saya untuk belanja ice batu akrilik atau es batu kristal untuk memotret buku minuman yang akan saya tulis menjadi tertunda. Budi Sutomo.    

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KUE DODOL


















Inilah salah satu kue tradisional nusantara yang paling popular karena bisa dijumpai hampir di setiap penjuru nusantara dalam berbagai variasi nama, bentuk dan rasa. Di antaranya, di Sumatera Barat dikenal dengan nama gelamai, di Riau terkenal dengan nama lempuk, terutama lempuk duriannya yang khas, sedangkan di Jawa kita mengenal nama jenang. Sementara dari Jawa Barat, semua orang pasti sudah mengenal dodol garut yang sudah menyebar dan dipasarkan ke seluruh nusantara secara komersial.

Kue dodol juga merupakan kue khas yang sering disajikan saat hari raya Lebaran.

BAHAN :
500 gr tepung ketan
50 gr tepung beras
900 gr gula merah, diiris halus
1 liter santan kental dari 2 butir kelapa
1 liter santan encer dari 1 butir kelapa
1/2 sdt garam halus
1 lembar daun pandan, dipotong-potong kasar
Daun pisang secukupnya sebagai alas

CARA MEMBUAT :
1. Didihkan santan kental bersama-sama gula merah, daun pandan, dan garam. Setelah keluar aroma daun pandan, angkat dan sisihkan daun pandannya.
2. Larutkan tepung ketan dan tepung beras dengan santan encer, aduk merata.
3. Tuangkan larutan tepung sedikit demi sedikit ke dalam rebusan santan kental dan gula merah sebelumnya, aduk terus sampai adonan matang dan menjadi kalis. Matikan api, dan angkat.
4. Tuang dodol yang masih dalam keadaan panas tersebut ke loyang yang sudah diberi alas pisang (untuk menambah aroma kue dodol), ratakan dan biarkan mendingin.
5. Potong dodol sesuai selera. Kue dodol yang enak siap disajikan.

Untuk +/- 60 potong.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS